EDUARDO DA SILVA MENINGGALKAN ARSENAL
“Beberapa hari ni sangat-sangat emosional bagi saya. Walaupun kira excited jugakla kan untuk menempuh cabaran baru bersama kelab baru saya Shakhtar Donetsk, saya tetap sedih gila jugak meninggalkan Arsenal ni. Tiga tahun beb saya kat sini. Sedey bai. Arsenal kelab bolasepak yang sangat istimewa dan gerenti saya mesti rindula ramai orang yang baik-baik kat sini – rakan sepasukan, staff dan semestinya penyokong-penyokong Arsenal.”
” Saya teringin nak mengucapkan trimas. Tau tak trimas ni? Ni shortcut untuk terima kasih la ni untuk semua, semua-semuala yang menyokong saya semasa berada di Arsenal. Semasa mula-mula saya datang ke England ni, sepatah haram pun saya tak tau nak cakap English. Siapa-siapa pun saya tak kenal. Tapi sejak kedatangan saya mula-mula lagi tu saya dilayan seperti berada ditempat sendiri dan dilayan bagai keluarga sendiri. Terharu beb. Juga, saya nak mengucapkan trimas juga kepada penyokong Arsenal – anda semua sangat baik terhadap saya dan sentiasa sorakkan nama saya dan saya tak akan melupakan ini semua.”
“Saya berdepan saat-saat yang sukar dengan kecederaan saya, tapi Arsenal sentiasa bersama saya – staf medik, staf pengurusan, pemain dan penyokong. Terima kasih semua. Walaupun saya dah meninggalkan kelab ni, Arsenal sentiasa bersemadi di hati ini. Serius ni bai. Saya akan sentiasa mengikuti keputusan perlawanan Arsenal dan sudah pasti, saya mendoakan agar Arsène Wenger dan rakan-rakan di Arsenal berjaya pada musim depan dan pada masa-masa yang mendatang.”
Penyerang Croatia Eduardo da Silva memilih untuk meniggalkan Arsenal dan menyain kontrak dengan Juara Liga Ukrain kelab Shakhtar Donetsk selama empat tahun. Eduardo tiba di London pada musim 2007-2008 dari Dinamo Zagreb. Pada musim pertamanya di Arsenal Eduardo mengalami kecelakaan yang dasyat pada Februari apabila kakinya retak, anklenya (ankle dalam bahasa melayu apa heh?) hampir tercabut, menyebabkan dia terlepas beraksi untuk negaranya pada kempen Euro 2008 dan tidak beraksi untuk The Gunner hampir setahun.
Setelah sembuh beliau kembali gagah dan menjaringkan banyak gol-gol penting untuk Arsenal terutamnya pada Piala FA. Semua sekali selama tiga musim bersama Arsenal, Eduardo membuat 67 penampilan dan menjaringkan 20 gol bersama Arsenal – dalam semua kejohanan. Kenyataan rasmi daripada Kelab mengenai perpindahan Eduardo menyebut, “Everyone at Arsenal would like to thank Eduardo for his contribution towards the club and wishes him the best of luck for the future.”
A SONG DEDICATED TO
Kusangka aur di pinggir tebing
Kiranya tebu di pinggir bibir
Kusangka jujur pancaran batin
Rupanya palsu penghias zahir
Kukira hati jiwa nurani
Suci seindah wajah terbayang
Kukira puji seikhlas budi
Kulupa lidah tidak bertulang
Di manis gula semut binasa
Kail berduri bersalut umpan
Di manis kata insan terlena
Kerana budi hamba terkorban
Inikah dia lakunan hidup
Di pentas dunia insan berpura
Tipu dan daya pencapai maksud
Budi dan harta merangkum noda
HANYUT (2010) – BASED ON JOSEPH CONRAD ALMAYER’S FOLLY

Aiming for international success, acclaimed Malaysian film director U-Wei Haji Saari back with his latest offering Hanyut (Adrift).
After six years without a film with last was Buai Laju-Laju (Swing My Swing High, My Darling), U-Wei back to direct Hanyut which the script was written by the director himself since 10 years ago has a lot to offer with good storyline and epic theme extravaganza. According to report the budget for the film amounting to RM20mil.
Based on Joseph Conrad’s first novel, Almayer’s Folly which was published in 1895, this epic film tells the story of Kaspar Almayer, a Dutch trader struggling to survive in Borneo jungle. His dream of finding a mythical gold mountain is challenged by his scheming wife, the colonial authorities, the political machinations of the local chief and Arab traders, and his daughter’s love for a freedom-fighting Malay prince.
Set in Borneo in the early 19th Century, this epic story combines adventure, drama, romance, conflict and suspense with a sense of history. Featuring a cosmopolitan society of indigenous Malays, tribal aborigines, Europeans, Arabs, Indians and Chinese living and working together, it is a tale of personal tragedy set against a backdrop of stale and defective colonialism.
The leading role for the film will be played by Hollywood actor Chris Vance famously seen in Prison Break series. Supported by the talented Khalid Salleh, Sofia Jane, Diana Danielle, Adi Putra, Normah Damanhuri, Hasnul Rahmat, Patrick Teoh, Sabri Yunus, Ramli Hassan dan Bront Palarae. Acclaimed Indonesian actor Alex Komang and El-Manik also starred in the film.
As one of Asia’s most talented and respected film directors, U-Wei Bin Haji Saari has 30 years of experience in filmmaking. Based in Kuala Lumpur, Malaysia, he was discovered and brought to Cannes in 1995.
In 1995, his film Kaki Bakar (The Arsonist) was invited to Un Certain Regard in Cannes Film Festival as well as Berlin, Montreal, Nantes, Fribourg, New York and Pusan. The film was awarded Grand Prix at Brussels Film Festival.
In 1997, U-Wei received a prestigious grant from NHK. The Nantes Film Festival (France) held a retrospective of his work in 2001. U-Wei is often invited to speak at film festivals throughout Asia.
His third film Jogho (The Bullfighter) 1998 was also invited to numerous film festivals such as Singapore (1998), Pusan (1998), Cinemanila (1999) and Nantes (2001). His short film Sepohon Rambutan Indah Kepunyaanku Di Tanjung Rambutan (My Beautiful Rambutan Tree in Tanjung Rambutan) was selected for Nantes Film Festival 2006, Directors Fortnight Cannes 2006. It was also the opening film for the 19th Singapore International Film Festival 2006.
U-Wei recently wrote and directed ‘Wangi Jadi Saksi’ (Wangi the Witness) as the opening play to launch the new state of the art auditorium at the Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur. Wangi Jadi Saksi will have its Singapore debut at The Esplanade during the Harai Raya festive celebrations in November 2007.


About 200 extras were used on Hanyut’s set on 19th June for the ceremony scene where British army came to the village and meet up with Raja Ibrahim and Almayer. Photo Courtesy of http://findingnina.com/
THIERRY HENRY JOIN NEW YORK RED BULLS

Lagenda Arsenal ini telah menyain kontrak untuk mewakili New York Red Bull pasukan bola keranjang bola sepak Major League Soccer.
Henry yang sudah berusia 32 tahun meninggalkan Arsenal pada penghujung musim 2007 menuju ke Barcelona namun menempuhi 3 musim yang malap bersama skuad the Catalan itu. Pernah menjadi captain untuk The Gunners dan memenangi 2 kejuaraan Premier League serta 3 Piala FA.
Masih lagi memegang rekod penjaring gol terbanyak 226 gol di Arsenal.
“Ceci marque un nouveau chapitre excitant dans ma carrière et la vie” Kata Henry menggunakan bahasa ibundanya.
Bonne chance, monsieur
¡VIVA ESPAÑA CAMPEÓNES DEL MUNDO 2010

España se consagró campeón de la Copa Mundial de la FIFA por primera vez en su historia al vencer 1-0 en tiempo extra a Países Bajos con un tanto de Andrés Iniesta a 4 minutos del final.



